PEBRUARI

 Aku ingin sekali menyapa, bertanya, dan tawa bersama, seperti yang lain menyapamu yang tak memiliki batasnya. Aku juga ingin seperti mereka yang bisa memegang tanganmu, tanpa ada rasa marah diwajahmu. Namun semua itu hanya menjadi sebuah keinginan yang tak bernyata. Jika dekat hanya mampu menatap dan jika jauh hanya bisa ber halusinasi. 

Apakah ini yang dinamakan suka ? 

setiap mau melangkah selalu berpikir dua kali. Tak berani mengambil keputusan karena rasa takut; takut akan imajinasi yang tidak sesuai. Garis besarnya, akulah korban dari halusinasi.

Aku tak begitu peduli meski halusinasi membuatku begitu bodoh, aku hanya percaya bahwa halusinasi adalah bagian dari sebuah mimpi, yang dirancang oleh tuhan untuk menjadi sebuah kenyataan. Biarlah esok pagi , bersama  terbitnya sang fajar semuanya sudah menjadi nyata 

 

"Seseorang itu akan berubah, jika sudah menanamkan rasa suka dalam dirinya"

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

2021

jurnal 01