Postingan

PARAS YANG DINGIN

 semua berlalu begitu saja, tak ada sosialisasi. Hukum sosial kini sudah mulai pudar. dengan seiring berjalannya waktu semua sedang manaikan benderanya masing masing, mempercayakan benderanya sendiri. Egoisme, ia itu yang pantas diucapkan hari ini.     seluruh semut yang ada, kini menampakkan wajahnya. pelan tapi menyakitkan, sekali melihat rasa muntah ada.  semua hanya beridiri dari formalitas,     

PEBRUARI

 Aku ingin sekali menyapa, bertanya, dan tawa bersama, seperti yang lain menyapamu yang tak memiliki batasnya. Aku juga ingin seperti mereka yang bisa memegang tanganmu, tanpa ada rasa marah diwajahmu. Namun semua itu hanya menjadi sebuah keinginan yang tak bernyata. Jika dekat hanya mampu menatap dan jika jauh hanya bisa ber halusinasi.   Apakah ini yang dinamakan suka ?  setiap mau melangkah selalu berpikir dua kali. Tak berani mengambil keputusan karena rasa takut; takut akan imajinasi yang tidak sesuai. Garis besarnya, akulah korban dari halusinasi. Aku tak begitu peduli meski halusinasi membuatku begitu bodoh, aku hanya percaya bahwa halusinasi adalah bagian dari sebuah mimpi, yang dirancang oleh tuhan untuk menjadi sebuah kenyataan. Biarlah esok pagi , bersama  terbitnya sang fajar semuanya sudah menjadi nyata    "Seseorang itu akan berubah, jika sudah menanamkan rasa suka dalam dirinya"      

2021

 Aku rasa ini adalah awal kebahagian, bertemu dengan tidak sengaja, membangun puing puing kenyamanan, lalu membuat dinding kepercayaan. Tapi semua berlalu begitu saja, tanpa cerita,tanpa alsa. Kau meninggalkan jejak dan menghapus semua langkah, waktu meratakan kita hingga menjadi 2 insan yang saling tak menyapa. Lagi dan lagi alam bawah sadarku membawamu kembali, berharap ada keajaiban untuk bisa saling menyapa lagi, nyatanya kau tak pernah kembali,. Jejakmu terus berkilaran dilangit langit malamku, masuk kedalam bunga bunga mimpiku. Kau membiarkan aku untuk menderita, sedangkan dirimu berkeliaran dilangit langit bersinggah ke satu bintang dan kebintang lainnya .   “JANGAN MENYENTUH HATI SESEORANG, JIKA KAU TAK INGIN MENYENTUH”

LELAH

Gambar
Di akhhir tahun ini, aku menjadi orang yang paling lemah. Orang yang tak mampu mewujudkan angan angan, rancangan, dan keinginan, semua hanya omong kosong yang dijadikan alasan untuk membual. Semua langkah hanya berisi ruang kehampaan, yang terus menerus dijadikan pijakan. “waktu” membawak ku kebulan januari, mengingatkan satu demi satu hal yang sudah dilalui, nyatanya semua ingatan menyakitkan hati. Malam ini akan menjadi sebuah kesadaran, dan ingtan yang buruk, semua akan menjadi kenangan untuk dibawak ketahun berikutnya . Ditahun 2022 tak ada lagi impian, membiarkan semua berjalan sesuai rutenya. Bukan karena takut untuk menghadapi pukulan kembali, hanya saja sudah males untuk membuang buang waktu. Ditahun kemaren otak terus dipaksa untuk bekrja sampai tak punya waktu untuk beristirahat. Aku tak mau ditahun ini masih ada sittem kerja rodi,tak memliki intergritas membuahkan hasil. Ini mungkin suatu pemikiran yang bodoh, tapi ini nyatanya .   

PUISI CHAIR ANWAR

 P uisi adalah suatu karya sastra berupa ungkapan isi hati penulis di mana di dalamnya ada irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap barisnya. Dikemas dalam bahasa yang imajinatif dan disusun dengan kata yang padat dan penuh makna, karya puisi mengandung nilai estetika tersendiri Puisi juga sebagai pelampiasan, ketika kita sedang gaalau,dipatahkan oleh keadaan,selalu disinggkir oleh waktu, bisa juga sebagai pelampiasan ketika bahagia. Puisi adalah suatu tempat dimana kita untuk melampiaskan apa yang kita rasa ...   Dibawah ini sebuah kutipan Puisi-Puisi dari Chair Anwar  1. Aku Aku Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun  lagi Maret 1943 2. AKU BERKACA.. Ini muka penuh luka Siapa punya? Ku ...

jurnal 01

 Sejak pertemuan itu, aku pikir akan baik baik saja.  kau bersama alammu dan aku, bersama alamku.  tanpa harus saling memikat, mewujudkan kata kata mu .  "Kita Berteman"  iya, itu awal pembukaan kita.  yang menjadikan kita sedekat baju.  tapi,malangnya hatiku tak mau dikompromi.  mati matian aku menyembunyikan semuanya.  Aku kuat, . kataku pada jiwa ini.  Hal yang tak kuduga, kini pun sudah terjadi. Kau, wanita yang mampu meninggalkan setitik cahaya dihatiku, meski semuanya berkesan dingin. " jangan pergi" kataku : Lagi dan lagi, waktu tak mau di ajak berkaloborasi, membiarkan mu berlayar kesana kesini, Entah  sedang mencari nahkoda atau awak kapal.  Pada garis besarnya kau sudah pergi, eh, bukan pergi, tapi sedang bermain main.  "Tanpa sadar,  aku dipaksa bertahan dengan warna warnimu,.  Yang kau sendiri, belum tentu mengertinya"

JURNAL

  Logikaku berkata; udahlah enggak usah bertahan ! Di bantah mati matian oleh Hatiku; Enggak, aku harus bertahan ? Dua bercapakan yang terus menghantuiku. Hingga aku lupa dimana letaknya jiwaku ?